← KEMBALI KE MENU UTAMA

Official Bank Soal • Reasona XI

Aliran Ilmu Kalam

10 Soal Analisis mengenai Pokok Pikiran Khawarij, Murji'ah, Syi'ah, Mu'tazilah, hingga Ahlusunah Waljamaah.

Soal #1

"Kelompok Khawarij muncul dengan semangat 'kemurnian agama' yang sangat keras. Mereka memandang bahwa siapa pun yang terlibat dalam Tahkim (arbitrase) telah melakukan dosa besar."

"Apa implikasi paling berbahaya dari pemikiran Khawarij terhadap kerukunan umat Islam di masa lalu maupun masa kini?"

Terlalu banyak melakukan perdebatan ilmiah di masjid.
Mudahnya mengkafirkan sesama muslim (takfiri) yang berbeda pandangan politik atau melakukan dosa, sehingga menghalalkan pertumpahan darah.
Hanya fokus pada urusan ibadah mahdhah saja.
Meningkatkan semangat membaca Al-Qur'an tanpa memahami isinya.
Memaksa orang lain untuk rajin bersedekah.

Soal #2

Posisi Politik

"Berbeda dengan Khawarij, aliran Murji'ah memilih untuk tidak menghakimi siapa pun yang terlibat konflik. Mereka mengatakan 'iman adalah pengakuan dalam hati'."

Mereka ingin menciptakan perdamaian dengan menunda vonis status iman seseorang di dunia.
Mereka takut dihukum oleh pemerintah yang berkuasa saat itu.
Mereka beranggapan bahwa perbuatan jahat tidak ada konsekuensinya sama sekali.
Mereka menganggap bahwa semua orang pasti masuk surga tanpa syarat.
Murji'ah adalah aliran yang tidak peduli dengan ajaran agama.

Soal #3

"Syi'ah memandang bahwa kepemimpinan umat Islam (Imamah) bukanlah urusan pilihan rakyat, melainkan hak suci yang telah ditetapkan Allah melalui garis keturunan."

"Doktrin utama yang membedakan Syi'ah dengan aliran lainnya dalam hal otoritas keagamaan pasca Rasulullah adalah..."

Keyakinan bahwa Al-Qur'an belum lengkap.
Keyakinan akan kema'shuman (terjaga dari dosa) para Imam dan hak Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pertama.
Mengharuskan shalat di tempat yang khusus saja.
Tidak mengakui adanya hari kiamat.
Mewajibkan pengikutnya untuk selalu berpuasa setiap hari.

Soal #4

"Andi berkata: 'Saya malas belajar karena kalau Allah sudah takdirkan saya bodoh, mau belajar apa pun tetap bodoh'. Sementara Budi berkata: 'Saya bodoh karena saya tidak mau belajar, Allah memberi saya akal untuk menentukan nasib saya sendiri'."

"Manakah analisis aliran yang tepat untuk pernyataan Andi dan Budi?"

Andi berpaham Qodariyah, Budi berpaham Jabariyah.
Andi berpaham Jabariyah (Fatalisme), Budi berpaham Qodariyah (Free Will).
Keduanya berpaham Ahlusunah Waljamaah.
Andi adalah seorang Mu'tazilah, Budi adalah seorang Khawarij.
Tidak ada kaitan antara ucapan mereka dengan aliran Kalam.

Soal #5

"Mu'tazilah dikenal sebagai aliran rasionalis. Salah satu prinsipnya adalah 'Al-Manzilah baina al-Manzilatain' (Posisi di antara dua posisi)."

"Apa maksud dari prinsip 'Al-Manzilah baina al-Manzilatain' dalam menyikapi status muslim yang berbuat dosa besar?"

Ia dianggap kafir mutlak.
Ia dianggap mukmin sempurna.
Ia tidak mukmin dan tidak kafir, tetapi berada di antara keduanya (fasik).
Ia boleh menentukan statusnya sendiri.
Statusnya ditangguhkan sampai hari kiamat.

Soal #6

"Menurut Mu'tazilah, Allah wajib memberikan pahala bagi orang baik dan wajib memberikan siksa bagi orang jahat. Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya."

"Prinsip ini lahir dari konsep Mu'tazilah mengenai 'Al-Adl' (Keadilan). Apa kritik utama dari aliran lain terhadap pendapat ini?"

Tuhan dianggap tidak adil karena menghukum manusia.
Tuhan dianggap kehilangan kemandirian-Nya karena 'diwajibkan' oleh aturan yang dibuat manusia sendiri.
Pahala dan siksa itu tidak ada, hanya kiasan saja.
Manusia tidak butuh keadilan Tuhan.
Mu'tazilah terlalu meremehkan akal manusia.

Soal #7

"Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari awalnya adalah seorang Mu'tazilah, namun ia kemudian keluar dan merumuskan paham yang menyeimbangkan antara akal dan wahyu."

"Apa karakteristik utama paham Asy'ariyah yang menjadikannya diterima oleh mayoritas umat Islam (Aswaja)?"

Mengutamakan akal di atas segalanya tanpa batas.
Bersikap moderat (Tawassuth), menggunakan logika untuk memperkuat teks wahyu, bukan mengalahkannya.
Sama persis dengan paham Jabariyah yang pasrah total.
Sangat radikal dalam menghukumi orang lain.
Tidak menggunakan logika sama sekali dalam beragama.

Soal #8

"Asy'ariyah menawarkan konsep 'Kasb' (Usaha) untuk menengahi Jabariyah dan Qodariyah."

"Bagaimana cara kerja konsep 'Kasb' dalam menjelaskan perbuatan manusia?"

Manusia menciptakan perbuatannya sendiri secara mandiri.
Allah yang menciptakan perbuatan, namun manusia memiliki kehendak untuk mengusahakan (mengambil) perbuatan tersebut sehingga ia bertanggung jawab atasnya.
Manusia hanya robot yang digerakkan oleh remote kontrol Tuhan.
Perbuatan baik dari Tuhan, perbuatan buruk dari setan.
Kasb berarti manusia tidak perlu berusaha karena semua sudah ada hasilnya.

Soal #9

"Aliran Maturidiyah (Samarqand) memiliki kecenderungan yang sedikit lebih rasional dibandingkan Asy'ariyah, namun tetap berada dalam koridor Ahlusunah Waljamaah."

"Dalam hal kewajiban mengetahui Tuhan, apa pendapat Maturidiyah?"

Mengetahui Tuhan hanya wajib jika sudah ada utusan (rasul) yang datang.
Akal manusia mampu mengetahui eksistensi Tuhan melalui pengamatan alam semesta meskipun wahyu belum sampai kepadanya.
Akal tidak akan pernah bisa tahu tentang Tuhan.
Tuhan hanya bisa diketahui melalui mimpi.
Mengetahui Tuhan itu tidak wajib bagi orang awam.

Soal #10

"Memahami sejarah aliran Kalam membantu kita menyadari bahwa perbedaan pendapat dalam Islam adalah hal yang wajar selama tidak menyentuh pokok-pokok iman yang mendasar."

"Apa sikap terbaik yang harus dimiliki seorang pelajar muslim saat menghadapi perbedaan aliran pemikiran keagamaan saat ini?"

Mengikuti aliran yang paling banyak pengikutnya saja tanpa belajar.
Mengembangkan sikap Tasamuh (toleransi), saling menghormati, dan fokus pada persamaan (ukhuwah) daripada memperuncing perpecahan.
Menjauhi semua orang yang berbeda aliran dengan kita.
Berusaha membubarkan aliran-aliran yang tidak kita sukai.
Merasa aliran sendiri yang paling suci dan orang lain pasti sesat.
← Kembali ke Menu Utama
© 2026 REASONA MULTIPLAYER ENGINE • ALIRAN KALAM REPOSITORY